Malam ini entah kenapa jari-jariku mulai tergerak untuk
mengetik beberapa kata yang sudah lama tenggelam di hatiku. Hatiku terasa sesak
oleh perasaan-perasaan itu. Perasaan yang entah apa aku juga belum mengerti.
Aku hanya merasa hari-hariku terasa itu-itu saja. Terasa membosankan. Tapi jika
ditelusuri kenapa aku harus melakukan rutinitas harian itu, niscaya rasa bosan
itu menghilang bagai diterpa angin topan. Hilang tak berbekas. Tapi jika alasan
itu mulai terlupakan, tiba-tiba saja rasa bosan itu datang seketika tanpa rasa
bersalah. Alasan yang bisa menghilangkan rasa bosan itu tentu saja tentang
mimpi-mimpiku selama ini. Aku selalu yakin sekecil apapun mimpi kita atau
setidak logis mimpi itu untuk terwujud. Tuhan pasti menyiapkan sesuatu untuk
mewujudkan mimpi kita entah disadari atau tidak, entah sekarang atau besok,
ataupun mewujudkannya dalam berbagai bentuk. Maksudnya berbagai bentuk yaitu
bentuk yang terkadang hanya dipahami olehNya dan hanya sebagian manusia yang
memahaminya serta mau menerima bentuk itu dengan sempurna.
Misalnya begini ada seseorang yang memiliki harta tujuh
turunan tak habis-habis lalu tiba-tiba saja jatuh miskin hanya karena gelombang
tsunami yang terjadi selama 30 detik. Sedangkan hartanya yang dikumpulkan
selama 30 tahun itu langsung hilang terhanyut derasnya ombak entah kemana.
Habis tak bersisa. Mungkin pada saat itu orang tersebut akan berpikir Tuhan itu
tidak adil. Karena Dia telah melenyapkan seluruh harta bendanya sekaligus
keluarga yang sangat dicintainya. Bukan perkara gampang untuk menerima bentuk
keadilan semacam itu, apalagi untuk mempercayai bahwa itu bentuk awal perwujudan
dari terkabulnya impiannya selama ini yaitu mempunyai perusahaan telekomunikasi
terbesar sedunia. Saat itu dia memang mempunyai perusahaan telekomunikasi tapi
hanya belum mampu mengalahkan Negara adidaya itu. Tapi siapa sangka ternyata Tuhan
mengabulkan impian orang tersebut dengan bentuk yang berbeda bukan dengan
melancarkan bisnisnya tapi dengan cara yang tidak mudah dipahami oleh manusia
biasa. Yaitu dengan sebuah ujian atau teguran yang membuat orang tersebut lebih
kuat mental dan banyak pengalaman dari sebelumnya. Kemudian dia membangun
kembali perusahaannya dari nol, sering modalnya tak kembali atau malah merugi.
Tapi semua dilaluinya dengan hati yang lapang, dengan hati yang lebih mendekat
pada Yang Maha Kuasa. Tidak lagi menyalahkan apalagi mengutuk kehendak Tuhan
seperti pada saat Tsunami itu datang. Dia sekarang lebih mengerti, bahwa Tuhan
ingin dirinya lebih mendekatkan dirinya pada-Nya tidak seperti dulu sebelum
bencana itu datang, dia membabi buta alias menghalalkan segala cara dalam
mencari harta benda yang hanyut dulu itu. Dan bertahun-tahun dia mempertahankan
hati yang bersih dan suci itu dalam menjalankan bisnisnya, hasilnya tentu saja
dia berhasil mewujudkan impiannya dulu yaitu menjadi perusahaan terbesar
sedunia. Meskipun dalam melakukan usahanya itu selalu dibutuhkan kesabaran,
ketekunan, dan tawakkal kepada Yang Maha Kuasa tapi hasil yang nantinya didapat
akan terasa lebih manis dari sebelumnya. Tentu saja melakukan semua itu tidak
mudah dibutuhkan keinginan yang kuat, keteguhan hati, dan ketegaran jiwa yang
sungguh-sungguh bahwa itu semua tidak akan sia-sia. Karena Tuhan selalu
memdengarkan dan mengabulkan setiap do’a hambanya sesuai dengan janji yang
pernah dikatakanNya dan tidak akan pernah sekalipun janji itu akan teringkari.
Aku juga yakin bahwa usahaku, perjuanganku, dan
pengorbananku selama ini tidak akan pernah sia-sia, karena Tuhan tidak hanya
memberikan apa yang kita butuhkan tetapi juga yang kita inginkan (atau mungkin
lebih) tetapi dalam bentuk yang berbeda. Maka aku selalu yakin bahwa setiap
yang terjadi pada setiap kepingan cerita hidupku itu adalah yang terbaik dan
merupakan bentuk lain dari terkabulnya do’a dan impianku selama ini.
Oh ya aku belum bercerita apa mimpiku selama ini ya? Mimpiku
adalah menginjakkan kakiku ke Prancis, Jerman, Jerman, dan Korea. Tapi aku suka
Korea bukan karena sekarang sedang demam K-POP,
tapi karena aku memang tertarik dengan bahasa dan budaya mereka. Mungkin suatu
saat atau entah kapan itu semua benar-benar dapat terjadi. AMIN.
Aku juga tak tahu bagaimana caranya benar-benar bisa
menginjakkan kaki di tanah Negara-negara itu. Tapi ada satu cara yang
terpikirkan olehku yaitu dengan student
exchange atau pertukaran pelajar. Atau mungkin dengan scholarship
(beasiswa) kesana. Entah. Semua itu masih tersimpan abstrak di benakku. Karena
aku belum benar-benar tahu bagaimana caranya mendapatkan kesempatan emas itu.
Tapi akhir-akhir ini impian tersebut seolah-olah semakin
dekat dan nyata. Kenapa? Karena tadi siang aku coba-coba ikut kursus bahasa
perancis (tepatnya hanya kursus gratisan alias kursus promo), maklumlah belum
mampu aku merogoh saku sedalam itu untuk kursus prancis sekarang. Mungkin
taun-taun depan aku berani menginvestasikan uangku untuk kursus bahasa Prancis.
Yang membuat aku semangat dan antusias adalah pada saat kursus akan berakhir ternyata masih ada sesi Tanya
jawab mengenai peluang beasiswa di Prancis dengan narasumber yang biasa
menangani siswa-siswa yang akan berangkat ke Prancis.
Memang persyaratan untuk ke Prancis saja sudah susah apalagi
untuk mendapatkan beasiswanya. Tapi yakinlah karena dibalik kesulitan pasti ada
kemudahan, karena itu adalah janji yang tak teringkari yang tertulis jelas
dalam kitabnya. Dibalik setiap kesulitan
pasti ada kemudahan. (Q.S Al-insyirah 5-6).
Sejujurnya soal bagaimana persyaratan atau cara mendapatkan
beasiswa tersebut, aku masih abu-abu alias belum jelas. Katanya si kampusnya
yang mengajukan jika kita mau mengikuti pertukaran pelajar ke Prancis. Tapi
jika ingin melanjutkan S2 kita harus bisa bahasa Prancis minimal sudah
mempunyai sertifikat DELF semacam TOEFL gitu kalau bahasa inggris. Setelah itu
baru deh kita cari-cari jurusan yang sesuai dengan keahlian, minat, ataupun
riset yang ingin kita lakukan setelah mendapatkan beasiswa tersebut. Tidak
menutup kemungkinan jika nilai IPK semester
terakhir (S1) itu juga berpengaruh. Emm mungkin ada sedikit banyak yang
terlewat dari informasi ini, jadi jika kalian yang membaca ini punya informasi
lebih dari aku, tolong share ya. Karena
saling membantu dalam hal kebaikan tidak menutup kemungkinan juga akan dibalas
kebaikan pula.
Sekian tulisanku hari ini. Ma’af jika tulisan ini banyak
kesalahan dan kekurangan karena kebenaran dan kesempurnaan yang hakiki hanyalah
milik Allah SWT semata.
THANKS FOR YOUR ATTENTION!!!
MERCI!!!
J
J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar