Sabtu, 13 Juli 2013

belum ada judul -_-





Aku adalah pemimpi handal. Soal bermimpi aku ahlinya. Bahkan ketika aku mau tidur aku selalu membayangkan aku mengantri di depan sebuah gerbang "mimpi" dimana semua orang bisa mendapatkan mimpi yang mereka inginkan. Tunggu dulu apa kamu mengerti apa yang aku bicarakan? Aku hanya membicarakan tentang mimpi atau bunga tidur. Dulu saat aku kecil, aku percaya bahwa kita aku harus mengantri terlebih dahulu di dunia khayalan dimana semua orang yang mau tidur dipertemukan untuk memilih mimpi apa yang mereka inginkan malam ini. Konyol dan tak masuk akal. Tapi bagiku dulu menyenangkan bisa memilih mimpi sesuka hatiku. Dan aku selalu memilih mimpi yang sama setiap malam. Ayo tebak apa? Aku selalu bermimpi kalau aku bisa mempunyai sebuah rumah yang besar sekali seperti yang sering muncul di terlevisi. Di rumah itu aku memiliki sebuah kamar sendiri yang sangat luas dengan ranjang yang empuk, lemari besar penuh dengan gaun-gaun indah, ada televisi di dalam kamar, penuh dengan fasilitas berteknologi canggih. Haha kalau yang terakhir mungkin gara-gara waktu kecil aku sering nonton film detektif luar negeri yang menggunakan teknologi canggih jadi aku membayangkan sebagian teknologi itu ada di kamarku juga. Haha khayalan tingkat tinggi banget kan? :D
Dulu bagiku bisa bermimpi seperti itu saja sebelum tidur adalah kesenangan tersendiri. Kehidupan serba berkecukupan, bahkan kadang orang tuaku harus berhutang kesana - sini hanya untuk makan atau membiayai sekolahku, dan aku baru tahu itu setelah dewasa. Itu semua membuatku terus berangan-angan dan bermimpi, bahwa aku punya kehidupan yang lebih baik di dunia yang cuma aku saja yang tahu. Waktu aku kecil yang aku tahu orang tuaku terlalu jahat kenapa mereka tidak membelikan aku mainan, baju seperti putri, rumah yang besar dengan kamar tidur yang memiliki ranjang yang besar, jendela kamar yang menghadap pegunungan dan melalui jendela itulah partikel-partikel cahaya matahari pagi menyambutku penuh kehangatan. Huwaaa itulah kehidupan yang selalu aku dambakan, tapi keinginanku itu selalu terpendam hanya dalam hatiku saja. Tak pernah sekalipun hal itu aku utarakan kepada kedua orang tuaku, ya tentu saja aku bukanlah anak jahat yang begitu tega menuntut ini itu kepada kedua orang tuaku yang jelas-jelas mereka telah berusaha keras hanya untukku.
Dulu aku selalu yakin bahwa mimpi itu bukan cuma mimpi, mimpi yang sebenarnya adalah mimpi yang mampu diwujudkan di dunia nyata. Sekarang? Ya tentu saja aku masih percaya, SANGAT percaya. 


Selasa, 07 Mei 2013

PENGEN NYAMPAH BENTAR ^^

Entah kenapa malem ini terasa gimana gitu. Padahal laporan numpuk, pengen disentuh sama pemiliknya. Hemm tapi ada satu hal yang ganjel di hati gue, yang uda bikin cemburu laporan gue gara-gara sering gue cuekin. Gue pengen banget cerita sama sahabat gue, sebut aja namanya bunga, hehe jangan deh terlalu samar yaa. Ya udah namanya "H". Si H ini emang si sahabat baru ketemu kemaren, blum lama. Waktu semester satu kemaren gue akrab bener sama dia, tapi gak tau kenapa semester ini dia agak menjauh yaa. Gue sebenernya sih agak rindu (haha rindu, jadul banget tuh kata-katanya) yaa bahasa gaulnya tuh "kangen beud" sama sosok dia yang dulu, yang gue suka dari dia tuh dia bakalan cerita semua yang terjadi hari  itu ke gue baik kejadian biasa aja sampai yang luar biasa, dari hal besar sampai hal kecil dia ceritain ke gue. Bukannya gue enggak mau cerita balik tapi gue lebih seneng kalo cuma jadi pendengar yang baik aja. Gue sesekali nanggepin ceritanya dia sih, dikit-dikit. :P
Tapi gue suka cara dia ngomong, nyaranin, ataupun cuma cerita biasa aja gue udah suka. Enggak tau kenapa persahabatan gue kali ini rasanya enggak mau putus begitu aja cuma gara-gara dia beda kelas sama gue. Gue udah sering banget kehilangan sahabat-sahabat gue mulai dari sahabat SD, SMP, SMA cuma gara-gara kita uda beda sekolah lagi atau beda kelas. Jadi ngerasa aneh gitu kalau ketemu sahabat gue, bingung mau cerita apa dan gimana. Jadi ngerasa kikuk sendiri gitu. Entah itu cuma perasaan gue doang atau sahabat gue itu juga ngerasa, yang jelas udah enggak seakrab lagi sewaktu dulu sekelas dan semeja bareng.
Kalau kata orang jangan terlalu deket sama orang soalnya entar lama-lama malah bosen sendiri. Iya enggak sih? Tapi sedikit bener sih, nyatanya sekarang gue sama si "H" itu udah mulai renggang, entah karena cuma beda kelas, beda jadwal, beda tempat kuliah (dia di kampus utara gue di kampus selatan). Kalau misalkan sekarang gue harus ngejauhin dia biar kita enggak ngerasa bosen satu sama lain, gue sih bisa-bisa aja, Tapi masalahnya kalau gue ngejauhin dia, entar gue curhatnya ke siapa lagi kalau bukan dia ?? (emang sih tempat curhat terbaik cuma sama Allah SWT aja tapi gue juga butuh pendapat orang tentang masalah yang gue hadapi)
Yang jelas saat ini gue pengen hubungan persahabatan gue enggak garing lagi kayak gini, gue pengen kayak dulu lagi saling cerita rame tahu !!! Elu bayangin aja masa' kita satu bis duduknya sebelahan diem-dieman aje. Emang gue apa'an, kacang goreng garing (kriukk kriukk). Enggak lucu juga kali kalo kita jalan berduaan tapi kita diem-dieman aja, gue enggak tahu apa yang elu pikirin tapi yang jelas gue lagi mikirin apa topik kita selanjutnya memilih topik biar lucu tapi enggak garing. Tapi entah itu takdir atau bukan, pasti disaat gue menemukan topik yang bagus kita udah nyampe duluan di ruang kuliah dan kita  berpisah ya karena ruang kuliah gue sebelahan sama ruang kuliahnya dia.
gue bikin catatan enggak jelas ini cuma pengen mencurahkan segala ganjalan di hati gue. Sori bagi elu-elu yang uda kesasar ke blog ini, elu enggak salah tempat kok kalo mau nyari sampah tulisan tapi elu bakal salah tempat kalo mau buang sampah disini. Yeiyelah elu kira ini tempat sampah.
sekali lagi gue minta ma'af deh, karena gue kebanyakan ngomong enggak penting disini. Ya udah deh daripada gue entar kebanyakan minta ma'af mendingan gue akhiri aja tulisan gue ini.

SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH

"SALAM NYAMPAH TULISAN"
^_^

Sabtu, 09 Maret 2013

AWAL YANG BARU UNTUK SEBUAH NIAT YANG SUCI


Malam ini entah kenapa jari-jariku mulai tergerak untuk mengetik beberapa kata yang sudah lama tenggelam di hatiku. Hatiku terasa sesak oleh perasaan-perasaan itu. Perasaan yang entah apa aku juga belum mengerti. Aku hanya merasa hari-hariku terasa itu-itu saja. Terasa membosankan. Tapi jika ditelusuri kenapa aku harus melakukan rutinitas harian itu, niscaya rasa bosan itu menghilang bagai diterpa angin topan. Hilang tak berbekas. Tapi jika alasan itu mulai terlupakan, tiba-tiba saja rasa bosan itu datang seketika tanpa rasa bersalah. Alasan yang bisa menghilangkan rasa bosan itu tentu saja tentang mimpi-mimpiku selama ini. Aku selalu yakin sekecil apapun mimpi kita atau setidak logis mimpi itu untuk terwujud. Tuhan pasti menyiapkan sesuatu untuk mewujudkan mimpi kita entah disadari atau tidak, entah sekarang atau besok, ataupun mewujudkannya dalam berbagai bentuk. Maksudnya berbagai bentuk yaitu bentuk yang terkadang hanya dipahami olehNya dan hanya sebagian manusia yang memahaminya serta mau menerima bentuk itu dengan sempurna.

Misalnya begini ada seseorang yang memiliki harta tujuh turunan tak habis-habis lalu tiba-tiba saja jatuh miskin hanya karena gelombang tsunami yang terjadi selama 30 detik. Sedangkan hartanya yang dikumpulkan selama 30 tahun itu langsung hilang terhanyut derasnya ombak entah kemana. Habis tak bersisa. Mungkin pada saat itu orang tersebut akan berpikir Tuhan itu tidak adil. Karena Dia telah melenyapkan seluruh harta bendanya sekaligus keluarga yang sangat dicintainya. Bukan perkara gampang untuk menerima bentuk keadilan semacam itu, apalagi untuk mempercayai bahwa itu bentuk awal perwujudan dari terkabulnya impiannya selama ini yaitu mempunyai perusahaan telekomunikasi terbesar sedunia. Saat itu dia memang mempunyai perusahaan telekomunikasi tapi hanya belum mampu mengalahkan Negara adidaya itu. Tapi siapa sangka ternyata Tuhan mengabulkan impian orang tersebut dengan bentuk yang berbeda bukan dengan melancarkan bisnisnya tapi dengan cara yang tidak mudah dipahami oleh manusia biasa. Yaitu dengan sebuah ujian atau teguran yang membuat orang tersebut lebih kuat mental dan banyak pengalaman dari sebelumnya. Kemudian dia membangun kembali perusahaannya dari nol, sering modalnya tak kembali atau malah merugi. Tapi semua dilaluinya dengan hati yang lapang, dengan hati yang lebih mendekat pada Yang Maha Kuasa. Tidak lagi menyalahkan apalagi mengutuk kehendak Tuhan seperti pada saat Tsunami itu datang. Dia sekarang lebih mengerti, bahwa Tuhan ingin dirinya lebih mendekatkan dirinya pada-Nya tidak seperti dulu sebelum bencana itu datang, dia membabi buta alias menghalalkan segala cara dalam mencari harta benda yang hanyut dulu itu. Dan bertahun-tahun dia mempertahankan hati yang bersih dan suci itu dalam menjalankan bisnisnya, hasilnya tentu saja dia berhasil mewujudkan impiannya dulu yaitu menjadi perusahaan terbesar sedunia. Meskipun dalam melakukan usahanya itu selalu dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan tawakkal kepada Yang Maha Kuasa tapi hasil yang nantinya didapat akan terasa lebih manis dari sebelumnya. Tentu saja melakukan semua itu tidak mudah dibutuhkan keinginan yang kuat, keteguhan hati, dan ketegaran jiwa yang sungguh-sungguh bahwa itu semua tidak akan sia-sia. Karena Tuhan selalu memdengarkan dan mengabulkan setiap do’a hambanya sesuai dengan janji yang pernah dikatakanNya dan tidak akan pernah sekalipun janji itu akan teringkari.

Aku juga yakin bahwa usahaku, perjuanganku, dan pengorbananku selama ini tidak akan pernah sia-sia, karena Tuhan tidak hanya memberikan apa yang kita butuhkan tetapi juga yang kita inginkan (atau mungkin lebih) tetapi dalam bentuk yang berbeda. Maka aku selalu yakin bahwa setiap yang terjadi pada setiap kepingan cerita hidupku itu adalah yang terbaik dan merupakan bentuk lain dari terkabulnya do’a dan impianku selama ini.

Oh ya aku belum bercerita apa mimpiku selama ini ya? Mimpiku adalah menginjakkan kakiku ke Prancis, Jerman, Jerman, dan Korea. Tapi aku suka Korea bukan karena sekarang sedang demam K-POP, tapi karena aku memang tertarik dengan bahasa dan budaya mereka. Mungkin suatu saat atau entah kapan itu semua benar-benar dapat terjadi. AMIN.

Aku juga tak tahu bagaimana caranya benar-benar bisa menginjakkan kaki di tanah Negara-negara itu. Tapi ada satu cara yang terpikirkan olehku yaitu dengan student exchange atau pertukaran pelajar. Atau mungkin dengan scholarship (beasiswa) kesana. Entah. Semua itu masih tersimpan abstrak di benakku. Karena aku belum benar-benar tahu bagaimana caranya mendapatkan kesempatan emas itu.

Tapi akhir-akhir ini impian tersebut seolah-olah semakin dekat dan nyata. Kenapa? Karena tadi siang aku coba-coba ikut kursus bahasa perancis (tepatnya hanya kursus gratisan alias kursus promo), maklumlah belum mampu aku merogoh saku sedalam itu untuk kursus prancis sekarang. Mungkin taun-taun depan aku berani menginvestasikan uangku untuk kursus bahasa Prancis. Yang membuat aku semangat dan antusias adalah pada saat kursus  akan berakhir ternyata masih ada sesi Tanya jawab mengenai peluang beasiswa di Prancis dengan narasumber yang biasa menangani siswa-siswa yang akan berangkat ke Prancis.

Memang persyaratan untuk ke Prancis saja sudah susah apalagi untuk mendapatkan beasiswanya. Tapi yakinlah karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, karena itu adalah janji yang tak teringkari yang tertulis jelas dalam kitabnya. Dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. (Q.S Al-insyirah 5-6).

Sejujurnya soal bagaimana persyaratan atau cara mendapatkan beasiswa tersebut, aku masih abu-abu alias belum jelas. Katanya si kampusnya yang mengajukan jika kita mau mengikuti pertukaran pelajar ke Prancis. Tapi jika ingin melanjutkan S2 kita harus bisa bahasa Prancis minimal sudah mempunyai sertifikat DELF semacam TOEFL gitu kalau bahasa inggris. Setelah itu baru deh kita cari-cari jurusan yang sesuai dengan keahlian, minat, ataupun riset yang ingin kita lakukan setelah mendapatkan beasiswa tersebut. Tidak menutup kemungkinan jika nilai IPK  semester terakhir (S1) itu juga berpengaruh. Emm mungkin ada sedikit banyak yang terlewat dari informasi ini, jadi jika kalian yang membaca ini punya informasi lebih dari aku, tolong share ya.  Karena saling membantu dalam hal kebaikan tidak menutup kemungkinan juga akan dibalas kebaikan pula.

Sekian tulisanku hari ini. Ma’af jika tulisan ini banyak kesalahan dan kekurangan karena kebenaran dan kesempurnaan yang hakiki hanyalah milik Allah SWT semata.

THANKS FOR YOUR ATTENTION!!!

MERCI!!!

J J